5 Alasan Mengapa @ijey Masih Single

Via korulottemavilag


Seingat saya, terakhir kali saya memiliki pasangan romantis adalah ketika kelas 3 SMP di Purwakarta. Selepas itu, saya ditolak beberapa wanita, ditinggal menikah, dan kemudian hanya dapat merindukan momen-momen yang menyenangkan (dan tidak menyenangkan) dari hidup berpasangan.
 
Setelah satu dekade lebih hidup dalam kesendirian, timbul rasa ingin tahu mengenai apa yang sebenarnya salah. Hingga ditemukan beberapa poin dari hasil kontemplasi yang jujur yang mungkin dapat menjelaskan mengapa saya masih Single hingga hari ini:

1. Ijey Payah dalam SexTexting



Via theodysseyonline

Saya adalah penggemar berat percakapan tatap wajah dan sangat payah dalam hal text-messaging. Penelitian Pew Research menyatakan 79% wanita menghabiskan waktunya dengan kekasihnya  via text message setiap hari. Hasil penelitian itu cukup menjelaskan mengapa saya, “hahaha,” “hehehe,” “hihihi,” “hohoho,” dan seluruh emoji yang saya kerahkan selalu gagal menembus relung hati mayoritas wanita karena kemampuan saya dalam texting yang payah.

2. Ijey Tidak Dapat Mengendarai Mobil


Seperti RickyGervais, Bill Gates, Noel Gallagher dan Daniel Radcliffe, saya tidak bisa menyetir dan tidak berniat untuk memiliki SIM. Alasan saya adalah karena saya merupakan seseorang yang sangat ceroboh dan mudah teralihkan perhatiannya. Orang seperti saya akan sangat berbahaya di jalanan bagi diri sendiri dan orang lain. Permasalahannya adalah saya hanya sedikit lebih miskin daripada Bill Gates. Sementara itu, penelitian di Austria menyatakan bahwa wanita dapat mengubah persepsi mereka terhadap seorang pria berdasarkan kendaraan yang mereka kendarai dan itu erat kaitannya dengan status sosial sehingga meningkatkan daya tarik. Penelitian tersebut cukup menjelaskan mengapa lebih dari satu dekade saya masih Single.

3. Ijey Tidak Ingin Memiliki Kendaraan


 
Seumur hidup saya selalu mengandalkan kendaraan umum. Baik dan buruknya kendaraan umum selalu saya terima dengan lapang dada. Bagi saya, kendaraan umum menyediakan banyak cerita, ketika memandangi wajah dan karakter yang berbeda, kejadian yang beragam, kemudian itu semua melebur menjadi inspirasi tersendiri. Alasan utama saya tidak ingin memiliki kendaraan bermotor adalah karena Indonesia merupakan penyumbang CO2 terbesar ke-9 di dunia (2015). Saya tidak ingin menambah satu atau dua kendaraan pribadi untuk berkontribusi terhadap semakin melemahnya komitmen Indonesia terhadap emisi gas tersebut. Konsekuensi dari itu semua adalah saya jadi tidak bisa antar-jemput gebetan apalagi pasangan, lebih jauh lagi memberikan jawaban ketika orangtua gebetan/pasangan bertanya, “Ke sini naik apa?”

4. Ijey Masih Mengurusi Jong Purwakarta




Salah satu komitmen yang saya pegang malah bukan dijalin dengan manusia melainkan sebuah komunitas, Jong Purwakarta. Seringkali, kegiatan-kegiatan dari komunitas non-profit ini yang mengisi waktu saya di akhir pekan hingga menggantikan peran seorang pasangan. Kepuasan yang didapat setelah berkumpul dengan orang-orang yang memiliki idealisme yang masih menyala memberikan sensasi orgasmik tersendiri. Ketika sudah berpasangan apalagi menikah, siapa yang mau mengganggap komunitas seperti ini penting? Jika aktif begini terus mungkin saya akan terus menerus (membawa-bawa teman saya di komunitas) menjadi Single. :(

5. Ijey Selalu Gagal Menanggapi yang Jelas
Di dalam tulisan You don’t dump a lady who tells you “I re-read our chat”, sangat jelas terlihat bahwa saya telah gagal total dalam menanggapi sosok yang sudah jelas ada di depan mata. Dalam pembelaan saya (makan juga tuh konsekuensinya), banyak sekali pertimbangan dan keputusan mesti dibuat saat itu juga. Syukurnya wanita tersebut, Alhamdulillah, tahun ini akan menikah :D Kalau saya belum. :|

Begitulah hasil perenungan saya menjelang Sahur. Saya hanya sedang mencoba untuk jujur terhadap diri sendiri dan semua orang, melihat dengan jelas kekurangan yang dimiliki dan menyambutnya dengan tangan terbuka. Kejujuran mungkin tidak akan membawa kebahagiaan, akan tetapi saya merasa bahagia karena telah berani jujur. Seperti kata Cal Lightman (Tim Roth) di bawah ini:

Via Giphy
Apakah Anda memiliki pengalaman yang sama dengan saya? Mudah-mudahan sih tidak, yah. Amin..

Comments

Popular Posts